Saat membicarakan persiapan pernikahan, fokus sering tertuju pada acara, busana, atau kesiapan finansial. Padahal, ada satu hal penting yang kerap luput diperhatikan, yaitu kesiapan gizi calon pengantin.
Gizi sebelum menikah bukan hanya soal penampilan atau berat badan ideal, tetapi berkaitan langsung dengan kesehatan kehamilan dan bayi di masa depan.
Mengapa Gizi Calon Pengantin Itu Penting?
Kehamilan yang sehat tidak dimulai saat test pack menunjukkan dua garis, melainkan jauh sebelumnya. Kondisi tubuh perempuan sebelum hamil sangat menentukan bagaimana kehamilan akan berjalan.
Calon pengantin perempuan yang memasuki kehamilan dengan status gizi kurang berisiko lebih tinggi mengalami anemia, kekurangan energi kronis, hingga komplikasi kehamilan. Sebaliknya, status gizi yang baik membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan besar selama kehamilan dan mendukung pertumbuhan janin sejak awal.
Bagi calon pengantin laki-laki, gizi juga berperan dalam kualitas sperma dan kesehatan reproduksi. Artinya, persiapan gizi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan perempuan.
Zat Gizi Kunci yang Perlu Diperhatikan Calon Pengantin
Ada beberapa zat gizi penting yang perlu dipastikan cukup sebelum menikah dan merencanakan kehamilan.
1. Zat Besi
Zat besi berperan mencegah anemia. Kekurangan zat besi membuat tubuh mudah lelah dan meningkatkan risiko komplikasi saat hamil dan melahirkan.
2. Asam Folat
Asam Folat sangat penting untuk pembentukan sel dan mencegah cacat tabung saraf pada janin, bahkan sejak minggu-minggu awal kehamilan, ketika banyak perempuan belum menyadari dirinya hamil.
3. Protein
Protein dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, serta mendukung kesiapan tubuh menghadapi kehamilan.
4. Kalsium dan Vitamin D
Kalsium dan vitamin D membantu menjaga kesehatan tulang ibu dan mendukung pertumbuhan tulang janin di kemudian hari.
Dampak Jika Gizi Buruk Sebelum Hamil
Masalah gizi sebelum hamil tidak bisa dianggap sepele, karena dampaknya dapat berlangsung panjang hingga masa kehamilan dan kehidupan anak kelak. Kondisi gizi ibu yang kurang optimal sejak awal meningkatkan berbagai risiko, antara lain:
Dampak pada Ibu
Anemia dan kekurangan energi kronis, yang membuat tubuh ibu kurang siap menghadapi kehamilan.
Risiko komplikasi kehamilan lebih tinggi, seperti perdarahan, preeklamsia, dan infeksi.
Daya tahan tubuh menurun, sehingga ibu lebih mudah sakit selama hamil.
Dampak pada Janin dan Bayi
Bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) akibat pasokan gizi yang tidak optimal sejak awal kehamilan.
Kelahiran prematur, yang meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan infeksi pada bayi.
Gangguan tumbuh kembang, baik secara fisik maupun kognitif.
Risiko stunting meningkat, terutama jika kondisi gizi ibu buruk berlanjut hingga masa kehamilan.
Memperbaiki gizi setelah kehamilan terjadi sering kali sudah terlambat untuk mencegah sebagian risiko tersebut. Oleh karena itu, persiapan gizi sejak sebelum menikah atau sebelum hamil menjadi langkah yang jauh lebih efektif untuk melindungi kesehatan ibu, janin, dan generasi berikutnya.
Tips Persiapan Gizi 3–6 Bulan Sebelum Menikah
Persiapan gizi sebelum menikah tidak harus rumit, tetapi perlu dilakukan secara konsisten dan terencana. Beberapa langkah yang bisa mulai diterapkan antara lain:
1. Cek Status Gizi dan Kesehatan
Periksa status kesehatan dan gizi sejak dini, seperti berat badan, lingkar lengan atas (LILA), serta kadar hemoglobin, terutama bagi calon pengantin perempuan. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi risiko anemia atau kekurangan gizi sejak awal.
2. Konsumsi Gizi Seimbang
Biasakan pola makan bergizi seimbang, dengan mengonsumsi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta lemak sehat secara bervariasi setiap hari. Pastikan kecukupan zat gizi kunci, khususnya zat besi dan asam folat, baik dari makanan maupun suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan.
3. Terapkan Pola Hidup Sehat
Batasi kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi, seperti merokok, konsumsi alkohol, atau menjalani pola makan ekstrem untuk menurunkan berat badan secara cepat.
4. Lakukan Konsultasi Kesehatan
Lakukan konsultasi kesehatan sebelum menikah, terutama bila memiliki riwayat anemia, penyakit kronis, atau siklus menstruasi yang tidak teratur, agar persiapan kehamilan dapat dilakukan dengan lebih optimal.