AKI dan AKB: Masalah Kesehatan yang Sering Terabaikan
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sering muncul dalam laporan kesehatan, grafik, atau presentasi program. Tapi di balik angka-angka itu, ada cerita tentang ibu yang tidak sempat pulang ke rumah, dan bayi yang tidak sempat tumbuh besar.
Yang sering luput disadari, sebagian besar kematian ibu dan bayi sebenarnya bisa dicegah. Kuncinya ada pada kesiapan sebelum hamil, gizi yang cukup, serta layanan kesehatan yang tepat waktu.
Apa Itu AKI dan AKB?
Angka Kematian Ibu (AKI) adalah jumlah kematian perempuan yang terjadi selama kehamilan, saat melahirkan, atau dalam 42 hari setelah persalinan, akibat kondisi yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan.
Sementara itu, Angka Kematian Bayi (AKB) menggambarkan jumlah bayi yang meninggal sebelum usia satu tahun per 1.000 kelahiran hidup.
Kedua indikator ini tidak berdiri sendiri. AKI dan AKB mencerminkan banyak hal sekaligus: status gizi perempuan, kualitas layanan kesehatan, hingga kesiapan keluarga dan lingkungan dalam mendukung kehamilan dan persalinan yang aman.
Mengapa AKI dan AKB Masih Terjadi?
Masalah Medis yang Datang Terlambat
Penyebab langsung kematian ibu paling sering adalah perdarahan, preeklamsia, infeksi, dan komplikasi persalinan. Pada bayi, risiko kematian meningkat akibat lahir prematur, berat badan lahir rendah, kekurangan oksigen saat lahir, dan infeksi.
Masalahnya, banyak kondisi ini baru tertangani ketika sudah berat, atau bahkan terlambat dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memadai.
Peran Besar Masalah Gizi
Gizi sering tidak terlihat, tapi dampaknya sangat nyata. Ibu hamil dengan anemia memiliki risiko lebih tinggi mengalami perdarahan dan komplikasi persalinan. Kekurangan energi kronis meningkatkan peluang bayi lahir kecil dan lemah sejak awal kehidupan.
Ketika tubuh ibu tidak cukup kuat secara gizi, kehamilan menjadi beban berat, bukan proses alami yang aman.
Akses Layanan Kesehatan yang Terbatas
Tidak semua ibu memiliki akses yang sama terhadap layanan kesehatan. Jarak fasilitas yang jauh, biaya, kurangnya informasi, atau keterbatasan tenaga kesehatan membuat pemeriksaan kehamilan tidak dilakukan secara rutin. Akibatnya, risiko kehamilan sering tidak terdeteksi sejak dini.
Siapa yang Paling Berisiko?
Beberapa kondisi membuat risiko kematian ibu dan bayi menjadi lebih tinggi.
Usia ibu yang terlalu muda atau terlalu tua meningkatkan peluang komplikasi. Kehamilan di usia remaja terjadi ketika tubuh belum siap secara fisik, sementara kehamilan di usia lebih dari 35 tahun sering disertai penyakit penyerta.
Anemia menjadi faktor risiko yang sering ditemukan. Kekurangan zat besi membuat ibu mudah lelah, rentan infeksi, dan berisiko tinggi mengalami perdarahan saat melahirkan.
Jarak kehamilan yang terlalu dekat juga berbahaya. Tubuh ibu membutuhkan waktu untuk memulihkan cadangan gizi setelah kehamilan sebelumnya. Tanpa pemulihan yang cukup, kehamilan berikutnya menjadi lebih berisiko.
Peran Penting Gizi dan Pemeriksaan Kehamilan
Gizi bukan hanya soal makan lebih banyak, tetapi makan lebih tepat. Asupan energi, protein, zat besi, asam folat, kalsium, dan mikronutrien lainnya membantu tubuh ibu bertahan menghadapi perubahan besar selama kehamilan dan mendukung pertumbuhan janin secara optimal.
Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) berperan sebagai sistem peringatan dini. Melalui ANC, tenaga kesehatan dapat memantau tekanan darah, status gizi, pertumbuhan janin, serta memberikan edukasi tentang tanda bahaya kehamilan.
Kehamilan yang dipantau secara rutin memberi kesempatan lebih besar untuk mencegah komplikasi sebelum menjadi kondisi yang mengancam nyawa.
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegahnya?
Pencegahan AKI dan AKB sebaiknya dimulai jauh sebelum kehamilan terjadi. Remaja putri dan calon ibu perlu menjaga status gizi dan kesehatan sejak dini. Selama hamil, ibu dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum suplemen sesuai anjuran, dan rutin memeriksakan kehamilan.
Mengatur jarak kehamilan, melahirkan di fasilitas kesehatan dengan tenaga terlatih, serta mengenali tanda bahaya kehamilan juga menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.