Kalau ditanya siapa yang bertanggung jawab mengasuh anak, kebanyakan orang langsung menyebut “ibu”. Wajar saja, karena sejak bayi, ibu biasanya yang paling dekat dan paling sering terlibat langsung dalam merawat. Namun, pengasuhan sebenarnya bukan hanya tugas ibu. Anak butuh lebih dari satu figur pengasuh.
Setiap anggota keluarga punya cara tersendiri dalam menjalin kedekatan dengan anak. Justru dari perbedaan pendekatan inilah anak belajar beradaptasi, mengenal berbagai gaya komunikasi, dan memahami emosi orang lain. Pengasuhan yang melibatkan banyak orang bisa saling melengkapi dan membentuk lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara fisik, emosional, dan sosial.
Siapa Saja yang Berperan dalam Pengasuhan Anak?
Setiap orang di sekitar anak punya peran penting yang berbeda, namun saling melengkapi. Berikut kontribusi yang bisa diberikan masing-masing dalam pengasuhan sehari-hari.
Ibu
Ibu adalah sosok pertama yang menjalin ikatan emosional dengan anak, bahkan sejak masa kehamilan. Hubungan yang hangat dan responsif ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosional dan sosial anak di masa depan.
Penelitian menunjukkan bahwa pola asuh ibu berpengaruh terhadap risiko stunting pada anak usia 12–59 bulan. Selain itu, keterlibatan ibu juga berkorelasi dengan perkembangan motorik anak usia dini.
Berikut beberapa bentuk peran ibu dalam pengasuhan sehari-hari:
Memberikan kasih sayang dan kehangatan emosional
Menyiapkan makanan bergizi dan melibatkan anak, misalnya dengan menyiapkan bekal bersama
Membacakan dongeng untuk menenangkan sekaligus menstimulasi kemampuan bahasa anak
Mengajak anak menjalani rutinitas harian seperti berpakaian, melipat selimut, atau merapikan tempat tidur
Menemani setiap pencapaian dan milestone dalam tumbuh kembang anak
Ayah
Ayah sering dianggap sebagai "backup" yang turun tangan hanya saat ibu kelelahan. Padahal, peran ayah sangat besar dalam membentuk kedekatan emosional, rasa aman, dan kepercayaan diri anak.
Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah secara aktif dalam pengasuhan berkorelasi positif dengan berbagai aspek perkembangan anak. Keterlibatan ini dapat meningkatkan stimulasi tumbuh kembang pada masa prasekolah, termasuk dalam aspek motorik kasar dan halus yang berperan penting dalam perkembangan anak usia dini.
Berikut hal-hal yang dapat dilakukan ayah agar terlibat dalam pengasuhan:
Menemani ibu mulai dari masa kehamilan hingga proses persalinan
Turut terlibat dalam merawat anak sejak bayi
Membacakan buku cerita sebelum tidur
Mengajak olahraga ringan seperti jogging atau main bola
Mengantar dan menjemput anak ke sekolah
Bermain peran (role play) bersama anak
Membantu anak mengerjakan PR atau berdiskusi kegiatan sekolah
Kakak
Dalam keluarga dengan lebih dari satu anak, kakak memiliki peran penting dalam dinamika pengasuhan. Kakak bisa menjadi teman bermain, mentor, pelindung, dan panutan bagi adik-adiknya.
Penelitian menunjukkan bahwa kakak yang lebih tua dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan sosial, psikologis, dan kognitif adik, terutama dalam membentuk perilaku prososial, kemampuan mengatur emosi, memahami perspektif orang lain, hingga mengasah daya ingat. Selain itu, kakak juga mengambil peran dalam membantu pembelajaran akademik (bahasa, matematika), serta menstimulasi pemikiran kritis.
Berikut beberapa bentuk keterlibatan kakak dalam pengasuhan:
Belajar berbagi dan berkompromi dengan adik
Mengajari adik menulis atau membaca
Bermain game edukatif bersama
Menemani adik belajar naik sepeda
Membuat kerajinan tangan bersama, seperti origami atau mewarnai
Nenek dan Kakek
Nenek dan kakek adalah sosok yang penuh pengalaman dan kasih sayang. Mereka menjadi penjaga tradisi, sumber cerita kehidupan, serta pendamping yang penuh perhatian. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan kakek-nenek dalam pengasuhan dapat mendorong kemandirian anak melalui bimbingan langsung dalam kegiatan sehari-hari.
Beberapa bentuk keterlibatan nenek dan kakek dalam pengasuhan:
Memberi dukungan kepada orang tua
Menceritakan dongeng, cerita rakyat, atau sejarah keluarga
Mengajak berkebun atau merawat tanaman bersama
Mengajarkan permainan tradisional seperti congklak atau kelereng
Memasak resep keluarga bersama cucu
Pengasuh Lainnya
Dalam banyak keluarga modern, terutama ketika kedua orang tua bekerja, pengasuh profesional seperti asisten rumah tangga atau babysitter menjadi bagian penting dari tim pengasuhan. Mereka membantu memastikan kebutuhan fisik dan emosional anak tetap terpenuhi saat orang tua tidak hadir.
Penelitian menunjukkan bahwa pengasuh (termasuk caregiver non-ortu) memiliki peran aktif dalam aktivitas sehari-hari anak, seperti memberi contoh perilaku, mengajak berbicara, hingga membentuk rutinitas yang mendukung perkembangan bahasa dan keterampilan sosial anak usia dini.
Berikut peran pengasuh dalam pengasuhan anak:
Sebagai keamanan dan perlindungan ketika anak tidak bersama keluarga
Menyanyikan lagu anak-anak untuk stimulasi bahasa
Membimbing anak saat mandi atau makan
Menyediakan jadwal kegiatan harian yang konsisten
Mengajak bermain sensory play (tepung, pasir, air)
Memberi laporan perkembangan harian ke orang tua
Tips Membangun “Tim Kompak” dalam Pengasuhan
Pengasuhan anak akan lebih optimal jika dilakukan bersama sebagai satu tim. Peran orang tua, kakek-nenek, maupun pengasuh lainnya saling melengkapi dan memperkuat. Supaya semua pengasuh di rumah bisa bekerja sama secara selaras, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan bersama:
1. Bangun Komunikasi yang Terbuka
Luangkan waktu untuk mendiskusikan perkembangan anak, kebiasaan barunya, tantangan yang dihadapi, atau hal-hal yang masih perlu disepakati bersama.
2. Sepakati Aturan dan Batasan Bersama
Supaya anak tidak bingung, seluruh pengasuh perlu memiliki pemahaman yang sama tentang aturan di rumah. Misalnya mengenai waktu tidur, penggunaan gawai, aturan makan, cara memberi konsekuensi saat anak melanggar aturan.
3. Bagi Peran Sesuai Kemampuan
Tidak semua orang nyaman melakukan hal yang sama. Ayah mungkin lebih aktif di kegiatan fisik, sementara nenek suka mendongeng atau berkebun. Cari cara untuk membagi peran sesuai minat dan kekuatan masing-masing.
4. Tunjukkan Kerja Sama dalam Keseharian
Anak belajar dari apa yang ia lihat. Ketika ia melihat orang dewasa saling bantu, saling dengar, dan menghargai peran masing-masing, ia pun belajar tentang kerja sama, empati, dan rasa hormat.
5. Siap Beradaptasi dengan Perubahan
Setiap keluarga pasti menghadapi dinamika seperti jadwal kerja yang berubah, anak sakit, atau pengasuh yang izin. Pengasuh perlu mampu beradaptasi dengan situasi, saling mendukung, dan tetap fokus pada kebutuhan terbaik anak.
Pengasuhan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi dan saling pengertian. Saat semua saling mendukung dan bekerja sama, anak pun tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta untuk mendukung perkembangannya. Yuk, mulai libatkan semua anggota keluarga dalam pengasuhan.
Referensi:
Ngewa, H. M. (2019). Peran orang tua dalam pengasuhan anak. EDUCHILD (Journal of Early Childhood Education), 1(1), 96-115.
Khasanah, I. U., & Diana, D. (2025). Strategi Pendidik Dalam Menstimulasi Perkembangan Sosial Emosional Anak Panti Asuhan Usia 4-5 Tahun. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(1), 489-498.
Erhamwilda, E., & Adawiyah, E. (2024). Peran Ayah dalam Stimulasi Perkembangan Motorik Anak Usia Dini. Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 91-100.
Noorhasanah, E., & Tauhidah, N. I. (2021). Hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 4(1), 37-42.
Erfiana, E. (2023). HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN. Afiat, 9(1), 43-50.
Rosyida, H. D. Q. (2016). Relasi Kakak-Adik dalam Panti Asuhan : Penerapan peran keluarga sebagai wujud pengasuhan anak di Panti Asuhan Yatim Putri Islam R.M. Suryowinoto Yogyakarta. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/97672
Dai, X., & Heckman, J. J. (2013). Older Siblings' Contributions to Young Child's Cognitive Skills. Economic modelling, 35, 235–248. https://doi.org/10.1016/j.econmod.2013.07.003
Jamila, A. D. (2021). Peran Kakek dan Nenek Dalam Pengasuhan Anak (Studi di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember). Undergraduate thesis, Fakultas Dakwah Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam.
Fauziah, F. N., Achdiani, Y., & Rinekasari, N. R. Upaya Pengasuh dalam Stimulasi Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Balita Melalui Kegiatan Pembiasaan Sehari-hari di Daycare Taman Isola UPI. FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 3(2), 110-115.